Pustakapemikiran’s Blog

Oktober 11, 2009

MENYINGKAP GEMPA SUMBAR

Filed under: membuka mata hati — Tag:, , — pustakapemikiran @ 8:49 am

gempaINNALILLAHI WA INNA ILLAIHI ROZI’UN

Pertiwiku kembali bersedih,duka susul menyusul tanpa henti. Sebenarnya apakah yang sudah diperbuat oleh ibu pertiwi,sehingga air mata ini seperti tidak dapat terhenti. Perih karena duka yang amat sangat hebat,karena 30 september 2009 tepatnya pukul 17 : 16 gempa berskala 7,6 mengguncang pulau andalas hingga menimbun ratusan manusia. meruntuhkan hampir seluruh sendi-sendi kehidupan,sehingga sulit sekali untuk bangkit.

Sedangkan sebelumnya jawa barat mendapatkan sentuhan maut yang sama tanpa diketahui sebelumnya. Seluruh putra pertiwi tersentak, bahkan gedung putih yang disebut istana negara merasakannya. Tanggap darurat mengalir dari setiap penjuru dari mereka yang memiliki hati malaikat.

Tapi apakah hanya sampai disana kita melewati detik-detik maut tanpa mengambil hikmah dari padanya. Sungguh apabila demikian adanya maka jadilah kita termasuk golongan yang merugi. Golongan orang-orang yang akan tersentak  hanya ketika kejadiaan tapi lalai ketika kita dalam keadaan lapang.

Dalam kesempatan kali ini saya ingin mengajak kita semua menyingkapi kejadian gempa sumbar yang terjadi 30 september 2009 pukul 17:16 ada apakah di balik peristiwa itu terjadi. Karena pada dasarmya semua kejadian memiliki sebab dan akibat tanpa itu tidak akan munkin terjadi.

Sebagai seorang muslim sebab akibat itu akan kita kembalikan seluruhnya kepada Allah SWT,karena kita tidaklah memiliki daya sedikitpun di hadapa-Nya. Untuk lebih kita mengetahui akan hal tersebut maka kita harus mendengar ,menelaah, mengkaji, apa yang disampaikan  Allah kepada kita yaitu melalui firman-firmen-NYa.

Setelah kita mengembalikanya pada yang Hak yang tertuang dalam firman-Nya, termyata saya mendapatkan sesuatu yang sangat mengejutkan. Ternyata dalam Al Qur’an tertuang sebuah rahasia yang sangat hebat dan mungkin bisa menjadi jawaban atas musibah yang terjadi.

Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an:

“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri”. (QS. 30:9)

“Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya” (QS. 30:10)

Dari sini kita dapat melihat secara cermat bahwa dibalik  musibah (azab) yang terjadi adalah sebagai suatu teguran  yaitu janganlah kita berbuat kejahatan terlebih lagi mendustakan keberadaan-Nya.

Dan yang kebih hebat lagi adalah bahwa ayat tersebut tepat menunjukkan tanggal dan bulan pada kejadian gempa di Sumatera Barat yaitu tanggal 30 september / 30-09 dan alquran menunjukkan dalam Qs. 30 : 09. Ada kesamaan angka yang di tunjukkan oleh alquan dan tanggal kejadiaan. Dan kita tahu semua musibah tersebut terurai dalam ayat berikutnya Qs.30:10.

Bukan suatu keanehan kalau alquran mengungkapkan yang demikian itu karena kita tahu semua bahwa alquran diturunkan sebagai petunjuk, kabar gembira, teguran dan juga ancaman. Mungkin dari contoh tersebut kita masih bisa menyangkal yaitu dengan mengatakan bahwa hal tersebut hanya kebetulan semata. tapi ternyata tidak sampai disitu saja Alquran kembali menunjukkan bahwa ia benar sebagai petunjuk,kabar gembira teguran sekaligus ancaman, karena kembali Allah berfirman:

” Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (suatu mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. (QS. 17:16)

Dari firman allah QS 17:16 bahwa allah akan menghancurkan dengan kehancuran yang sangat dahsyat. Dan Qs 17:16 kembali lagi sesuai dengan waktu kejadian yaitu pukul 17:16 Apakah ini hanya menunjukkan suatu kebetulan. Andai anda mengatakan hal tersebut maka anda benar-benar dikeraskan mata hatinya. DAn semoga Allah SWT membukakan mata hati kita sehingga kita mudah menyerap rahasia-rahasia kehidupan. Wassallam.

MITOS sebagai Penggerak LOGIKA

Filed under: pencairan logika — Tag:, , , — pustakapemikiran @ 4:27 am

manusia-lebih-perfec1

Perkembangan peradaban manusia dewasa ini sangatlah mengagumkan,dimana setiap segi kehidupan menunjukkan keberhasilan yang amat membanggakan. Walau ada sedikit hal yang membuat saya merasa miris,dimana kesuksesan yang didapat tidak di barengi dengan moralitas yang baik. Karena menurut hemat saya,jika sebuah keberhasilan tidak didukung dengan rasa syukur (moralitas yang baik) maka kehancuranlah yang menanti di depan.

Melihat dari menurunnya moralitas masyarakat dewasa ini,ada kajian yang amat menarik menurut saya yaitu “Mitos sebagai penggerak Logika”. Mungkin anda bertanya-tanya dalam hati apa sebenarnya hubungan kesuksesan peradaban dan hilangnya moralitas dengan saya menghadirkan tema tersebut diatas,karena sebenarnya persoalan peradaban dan moralitas masyarakat adalah persoalan yang sangat kompleks,sedangkan mitos adalah hasil dari peradaban manusia masa lalu,dimana orang pada zaman dahulu tidak mengalami perkembangan peradaban seperti sekarang ini.

Saya dan anda mungkin sepakat tentang pendapat bahwa mitos adalah buah karya manusia zaman dahulu,tapi yang sebenarnya kata mitos itu hadir dan berkembang pada zaman kita sekarang ini,Sedangkan pada zaman dahulu mitos dianggap sesuatu yang nyata bahkan di gantungkan sebagai sebuah cita-cita mulia.

Kalaupun karena keegoan pada diri kita yang amat besar atas alasan bahwa mitos tetap adalah hasil karya manusia zaman dahulu,maka Ada sebuah pepatah yang bisa menjawab dan memberikan rasa puas kepada ego kita,yaitu “masa lalu (pengalaman) mu adalah guru yang sangat berharga”. Dari pepatah tersebut sudah menunjukkan bahwa masa lalu bukanlah sesuatu yang harus kita buang jauh-jauh,melainkan sesuatu yang harus sering kita tengok dan kaji guna mengatasi permasalahan yang menanti di depan. Itu salah satu alasan saya mengangkat mitos sebagai penggerak logika.

Perlu kita ketahui bersama dalam hal ini penulis bukan bermaksud arogan, karena tidak mencantumkan hal-hal lain yang dapat menggerakkan logika karena kita sama-sama mengetahui banyak sekali faktor yang dapat menggerakkan logika diantaranya manusia,alam,permasalahan dan akal itu sendiri sebagai komponen terpenting dalam logika. Tapi saya melihat bahwa mitos mempunyai potensi besar yang tak terlihat oleh kita. Sebagai contoh ringan dan sangat memasyarakat, kita biasa mendengar sebuah kata “PAMALI” dari orang tua kita,seperti dalam kalimat seperti ini “klo dah maghrib jangan suka keluar PAMALI”. Orang tua kita tidak pernah memberitahu maksud dari kata pamali sebagai kata yang menekankan larangan,dengan sesuatu yang logis. Tapi kebanyakan dari kita menuruti tanpa banyak komentar.

Belakangan saya mengetahui salah satu alasan mengapa pamali jika malam tiba kita masih berada di luar,yaitu ketika saya menjadi seorang collector dan surveyor yang mengharuskan saya memacu kendaraan setiap saat,ketika hari berubah gelap ternyata kedua mata saya seketika terasa perih sekali karena ada binatang(serangga) yang masuk kedalam mata saya. Ternyata serangga ini hanya berkeliaran ketika maghrib tapi setelah itu mereka kembali hilang,aneh bin ajaibkan.

Ada juga alasan yang sangat normatif yaitu ketika malam tiba orang tua kita berharap kita dapat berkumpul bersama dalam kehangatan keluarga,menghilangkan rasa lelah yang hinggap setelah sehari bekerja dengan bercengkrama bersama,indahkan.

Masyarakat dewasa ini sudah tidak mengenal bahkan tidak perduli lagi akan hal yang demikian itu. Sungguh sangat di sayangkan karena kesibukan dan mobilitas kita yang sangat tinggi ini telah menggusur faktor penentu kemajuan dan pembentuk moralitas yang paling baik.

Mengapa demikian?…

Sadarkah kita kalau tempat relaksasi (pengenduran urat syaraf) dari keletihan dan kepadatan kegiatan yang paling baik adalah keluarga. Dan mungkin kita juga tahu kalo moralitas seseorang akan tumbuh dengan baik di tengah keluarga yang harmonis. Ada beberapa pertanyaan saya untuk kita semua,yaitu kapan kita terakhir menikmati makan malam bersama keluarga?…

Apakah kita merasa kita yang menguasai waktu atau sebaliknya?…

Fenomena lain yang sangat mengagumkan dari mitos adalah lahirnya istilah agama. Anda percaya tidak kalo dewa-dewa adalah sebuah mitos yang dibuat manusia untuk memenuhi sesuatu yang tidak terdapat pada kenyataan logika. Pada awalnya berasal dari rasa ke terasingan yang amat sangat hebat,rasa ini lah yang menuntut manusia untuk menentukan panutan yaitu berupa makhluk yang suci dan sempurna dalam segala hal,sehingga kita bisa mengenal agama dengan dunianya yang di luar jangkauan logika manusia.Bahkan manusia merasa lebih menginginkan dunia yang di paparkan agama di bandingkan dengan dunia ini.

Tapi justru kita mendapat banyak kebaikan dengan adanya agama di tengah kita,karena agama adalah pembentuk moralitas yang amat baik untuk kita. Dengan peran penting mitos dalam kelangsungan kehidupan kita maka sudah semestinya kita mempelajarinya,dengan kata lain mitos dapat menggerakkan logika untuk menemukan solusi atas permasalahan yang berkembang dewasa ini.

Maaf kan saya karena pembahasan tentang hal ini sangat dangkal dan banyak kelemahan disana-sini,untuk itu saya sangat membutuhkan kritik dan saran anda sebagai sarana perbaikan. Terima kasih.

Mitos atau Agama yang lebih dulu ada?

Filed under: pencairan logika — Tag:, , , — pustakapemikiran @ 4:21 am

ayam-telurAda pertanyaan yang sering dijadikan suatu pembodohan baik yang bertanya maupun yang menjawab. Manakah yang lebih dulu ada telor ayam atau ayamnya ?…

Tapi kali ini saya ingin menguji sebuah pertanyaan yang sama yaitu manakah yang lebih dulu ada mitos atau agama?…

Pertanyaan ini merupakan lanjutan dari pembahasan mitos sebagai penggerak logika. Saat itu saya menulis bahwa istilah agama muncul karena adanya mitos dengan contoh banyaknya dewa-dewa. Hal ini saya ungkapkan agar tidak terjadi kesalahan penafsiran atas sesuatu yang amat sensitif.

Pada awal penulisan mitos sebagai penggerak logika saya pernah mengungkapkan bahwa istilah mitos sebenarnya hadir di zaman kita tidak pada zaman dahulu. Maka dengan ini sudah pasti ditemukan jawaban yang sebenarnya.

Tapi kali ini saya berusaha mengupas lebih dalam lagi kebenaran yang ada. Saya mulai dari manusia yang menghuni bumi pertama kali bisa di bilang adalah nenek moyang kita semua yaitu adam dan istrinya hawa. Dalam hal ini saya tidak mengakui teori yang mengatakan bahwa nenek moyang kita adalah kera,atau anda mau kalau anda disebut kera. Tentu tidakkan ?…

Maafkan saya terlalu berlebihan,tapi andai boleh terus terang alasan saya tidak mengakui teori tersebut karena saya tidak mau disebut kera. Sudah yach nanti bahasan kita menjadi meluas dan menjauhi tujuan awal.

Mari kita berhayal sedikit pada masa pertama hadirnya adam dan hawa di dunia ini. Seperti halnya kita, ketika tiba di suatu tempat yang baru tapi tempat itu berbeda dari asal kita maka kebingunganlah yang hinggap dalam diri kita.

Agar lebih mudah saya ambil contoh yaitu seorang kaya raya yang terbiasa hidup dalam kemewahan dan kecukupan dengan puluhan pelayan yang siap sedia melayaninya tanpa mengeluh,suatu saat harus menjalani hukuman dalam penjara yang amat kejam dimana tidak ada seorang pun yang dapat membantu apalagi pelayan. Dalam kebingungan dan kesedihan yang amat sangat itulah adam dan hawa kembali berusaha mencari jalan ke luar untuk dapat kembali ketempat asal yang keindahannya tiada tertandingi. Maka adam dan hawa menjadi dua manusia yang terus menerus memohon akan ampunan atas dosa yang telah diperbuat sehingga harus menjalani penjara kehidupan didunia ini.

Singkat cerita Seperti halnya sepasang manusia maka adam dan hawa mempunyai putra dan putri. Dalam membesarkan belahan hati mereka, Adam dan hawa terus memberitahukan kepada putra-putrinya akan tempat asal mereka dan memberitahukan janganlah kamu berbuat dosa karena ada sosok suci dan berkuasa yang terus memperhatikan setiap perbuatan yang mereka lakukan. Andai kalian melanggar maka hati-hati lah karena kalian tidak akan pernah kembali ke pada tempat asal kalian tapi kalian akan kembali mendapat hukuman yang abadi.

Ucapan itu terus berulang sampai ajal menjemput mereka berdua. Jadi secara tidak langsung unsur agama sudah ada pada saat adam dan hawa memberitahukan kepada putra-putrinya agar melakukan perintah dan menjauhi laranganNYA. Setelah adam dan hawa tiada adalah awal timbulnya mitos,kenapa ?…..

Menurut logika saya dan berdasar data sejarah bahwa yang mengetahui akan asal usul manusia hanyalah adam dan hawa,sehingga wajar lambat laun manusia menilainya sebagai cerita atau dongeng semata. Terlebih lagi manusia sudah sangat berjuang dengan keras untuk dapat menyesuaikan diri dengan dunia ini. Setelah keberhasilan menyesuaikan dan mengetahui keuntungan dari dunia ini,manusia merasa bahwa ini tempat asal dan kehidupan kita. Mereka sudah sangat melupakan pesan nenek moyang mereka.

Jadi itulah jawaban yang bisa saya berikan, semoga kita sadar akan asal kita, dimana nenek moyang kita menanti dengan tidak sabar perjumpaan dengan kita cucu-cucu mereka. Tanggapan,kritik dan saran saya nantikan guna perbaikan. Terima kasih,wassalam.

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.